Bagi temen temen yang suka nongkrong di depan komputer, ada kalanya mata kita jadi lelah atau bahkan agak buram setelah keluar dari ruangan. Nah aku ada beberapa tips yang aku ambil dari:
nah ini nih tipsnya
1. Hindari Pantulan.
Pindahkan letak layar monitor Anda jika terdapat pantulan, entah itu sinar matahari atau lampu. Idealnya di belakang kursi Anda terdapat dinding sehingga tidak ada pantulan. Jika tidak memungkinkan, tutup tirai jendela saat matahari terik atau geser layar monitor Anda.
2. Posisi layar monitor komputer seharusnya berada di bawah level mata.
3. Atur Pencahayaan
Menggunakan komputer di bawah cahaya yang terlalu terang atau terlalu gelap tidak disarankan. Sebaiknya cahaya berasal dari atas dan tidak menimbulkan bayangan. Cahaya yang berasal dari belakang monitor akan membuat mata cepat lelah karena mata harus fokus pada dua sumber cahaya sekaligus, yakni lampu dan layar monitor.
4. Bersihkan layar monitor.
Secara berkala bersihkan layar monitor untuk mengurangi muatan elektrostatik.
5. Atur jarak fokus ke monitor, kurang lebih sekitar 30 cm.
6. Aturlah objek atau bahan yang akan diketik di samping layar monitor. Hal ini untuk mengurangi gerakan mata dan kepala.
7. Istirahat tiap dua jam.
Setiap bekerja di depan komputer selama satu sampai dua setengah jam, mata perlu beristirahat 10-20 menit.
Yaps mulai tgl 4 Agustus 2008 tahun ajaran baru semester ganjil dah dimulai. Setelah hamper satu bulan nganggur di rumah, kini saatnya siapin otak tu’ menerima pelajaran baru dari dosen-dosenku tercinta. Aku sempat ga’ kepikiran jika tahun ajaran baru akan di mulai secepat ini. Kenapa ? karena sebelum liburan pihak kampus dah ngasih info kalau liburan akan berlangsung selama 3 bulan (kira-kira sampai bulan sep[tember). Itupun rencananya akan digabung ama liburan awal puasa. Jika aku tidak dikontak oleh mas Jarwo (temen satu kampus), aku tidak akan tahu jika tgl 4 agustus dah harus stand by di kampus.

Yaitu mbak Merya, mbak Yuli,n mbak Yuli.Loh ko’ namanya sama-sama Yuli, but tunggu dulu meskipun bernama sama tapi watak mereka 180 derajat beda. Yang satu suka ngoceh yang satunya lagi bener-bener pendiem. Setelah sedikit ngobrol sama ke tiga cewe’ ini aku langsung meluncur ke ruang perpustakaan (base camp favorit kelasku). Pertama aku membuka pintu anak-anak yang ngeliat aku pada ketawa ngeliat potongan anyar rambutku yang berubah dari rambut panjang menjadi cepak.